Antara Bosan dan Bersyukur #LawanCorona
Daily Life

Antara Bosan dan Bersyukur #LawanCorona

Ini adalah hari kesekian aku #dirumahaja, oh atau lebih tepatnya #dikosaja. Jika dihitung kasar, rasanya sudah dua minggu lebih aku berdiam diri didalam kamarku ini. Tidak keluar kemanapun, bahkan untuk sekedar membeli cemilan di toko dekat kosan pun aku tak mau hehe. Beruntung teknologi telah mempermudah segalanya, ingin beli cemilan tinggal pesan online dan diantar ke kosan. Saat sampai kosan pun kini ada ritual sebelum barang-barang tersebut masuk ke kamarku. Selama itu bukan makanan terbuka, i mean seperti cemilan itu kan pasti tertutup rapat, nah bungkusnya selalu aku semprot dengan cairan disinfektan dulu, entah itu menggunakan cairan buatan ibu kos atau hand sanitizer milikku, anything as long as it have alcohol there.

Aku tahu kondisi ini memang masih terbilang biasa aja jika dibandingkan dengan negara lain yang telah satu bulan atau bahkan lebih dari itu menerapkan #dirumahaja. Dan mungkin juga terbilang lebay jika sekarang mengatakan bosan.

Tapi hey, aku juga manusia. Punya hak untuk mengeluh bukan? Meski itu tak seharusnya aku lakukan.

Aku dulu selalu ingin merasakan bagaimana serunya bekerja di rumah, bekerja di luar kantor. Seharusnya aku bersyukur bisa merasakan itu, tapi well satu dua hari memang menyenangkan, kemudian setelahnya? Wah, sulit!

Dari awal aku sudah sangat paham dengan kondisiku. Aku tak bisa berlama-lama bekerja di rumah atau lebih tepatnya di kosan. Kenapa? Susah menjelaskannya, tapi yang pasti itu sulit untuk kulakukan. Aku perlu setidaknya datang ke kantor minimal dua atau tiga kali dalam seminggu, sehingga tak sepenuhnya berada di rumah atau kosan.

Dan, setelah lebih dari dua minggu hanya berada didalam kamar, hanya berada di kosan, sekarang kondisiku kurang baik. Tidak, ini bukan tentang kondisi fisik, ini tentang aku yang kini harus berusaha berdamai dengan diri sendiri. Bagaimana menjelaskannya ya? Hmm…

Bisa dibilang sekarang aku sedang bosan, sedang malas, seperti tak ada yang menuntutku untuk melakukan sesuatu. Maksudku berdamai dengan diri sendiri adalah berdamai dengan sikap burukku yang suka menunda-nunda, ditambah dengan kasur dan bedcover BT21 favoritku, aduh berat sekali rasanya.

Sungguh, aku benci sekali dengan keadaan ini. Maksudku, dengan kondisiku sekarang.

Lalu apa hubungannya dengan kantor?

Hey, tentu saja ada! Setidaknya suasana kantor mampu membuatku merasa terintimidasi, seperti “kamu disini untuk bekerja, bukan untuk bersantai”. Dan perasaan itu mampu membuatku bekerja dengan baik, setidaknya itu menurutku.

Tapi dilain sisi, aku merasa berdosa jika memiliki perasaan bosan disaat seperti ini.

Kenapa?

Lihatlah, masih banyak orang yang bekerja di luar rumah. Bukan karena keinginan mereka, tapi karena keadaanlah yang memaksa mereka. Mau tidak mau mereka harus tetap bekerja meski ditengah pandemi covid-19 seperti sekarang ini.

Aku seharusnya bersyukur karena masih dapat bekerja, menerima upah, dengan tetap tinggal di rumah.

Daripada merasa bosan, bukankah aku seharusnya bersyukur?

Ya, maaf jika aku sedikit tidak bersyukur dengan keadaanku. Aku hanyalah manusia biasa yang memiliki rasa bosan, kita semua tahu itu, bukan? Tapi, baiklah aku akan berusaha membuang jauh perasaan bosan itu, karena ini hanyalah perasaan tidak penting yang harus kubuang jauh.

Btw, aku ingin sedikit cerita apa saja yang kulakukan selama karantina ini. Mari lupakan rasa bosan yang melandaku, karena aku pun ingin melupakannya, atau lebih tepatnya membuangnya.

Pertengahan bulan Maret kemarin aku alhamdulillah berhasil membeli sesuatu yang sangat kuinginkan hehe. Tak akan kuceritakan detailnya karena aku tak mau dibilang norak hehehe. Yang pasti aku sangat senang dan sayang banget sama benda ini hihi. Ohya, aku membelinya persis diawal masa karantina #dirumahaja.

Jika kalian belum tahu, sejak Desember 2019 aku telah menetapkan diri menjadi ARMY, ya fansnya BTS. Dan sejak benda itu datang aku tak bosan men-download video-video nya BTS, entah itu MV atau video dari VLive mereka. Menyenangkan sekali bisa mengerjakan task-task personalku sambil ditemani video-video mereka yang terus berputar hihi.

Ya, itulah yang kulakukan selama masa karantina selain bekerja. Aku hanya bermain dengan benda favoritku ini ditemani video-video BTS hihihi. Oh, sebenarnya aku bisa saja membaca buku karena ada beberapa buku baru yang belum kubaca. Tapi, entahlah belakangan semangat membacaku sedang turun.

Terdengar membosankan, huh?

Mau bagaimana lagi, hanya itu kegiatan yang dapat kulakukan sekarang. Setidaknya itu adalah kegiatan favoritku untuk saat ini.

***

Untuk kalian yang juga sedang dalam masa karantina #dirumahaja. Tetap semangat dan tetap waras ya! hehehe.

Aku tak bisa memberi saran “bagaimana caranya agar tidak bosan”, tapi semoga keluh kesahku diatas dapat sedikit menyadarkan kita bersama bahwa daripada merasa bosan, bukankah beryukur itu lebih menyenangkan?

Ohya, jika teman-teman memiliki kemampuan lebih secara financial, yuk bantu saudara-saudara kita yang sedang bekerja di luar sana, juga tim medis kita yang sekarang sangat butuh bantuan kita bersama.

Donasi bisa dilakukan di situs kitabisa.com, disitu ada banyak sekali penggalangan dana yang berkaitan dengan pandemi covid-19 ini.

 

Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat.
Ingat! Sebisa mungkin untuk tidak melakukan kontak secara langsung dengan siapapun, rutin menjaga kebersihan diri dan sekitar.

Stay Positive!
Semangat! Badai pasti berlalu ~

One thought on “Antara Bosan dan Bersyukur #LawanCorona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top