Bertahan di Tengah Pandemi
Daily Life

Bertahan Ditengah Pandemi


Pandemi yang telah berlangsung sejak Maret 2020 di Indonesia telah berhasil membuat banyak masyarakat merasakan dampaknya. Berawal dari masyarakat kecil yang di PHK, kini aku yakin para pengusaha pun mulai terdampak. Tidak, jangan berbicara sekarang, bahkan satu atau dua bulan setelah pandemi dimulai pun telah ada perusahaan yang collapse.

Tujuh bulan berlalu, namun pandemi di Indonesia belum mampu memberikan kabar baik. Justru sebaliknya, sekarang semakin banyak kabar buruk yang masyarakat terima. Mulai dari penambahan kasus yang jauh meningkat setiap harinya, ditambah dengan perkara Omnibus Law yang hampir selesai dibahas untuk dijadikan UU.

Jika penasaran apa itu Omnibus Law, silahkan cari di mbah Google ya hehe. Yang pasti menjadi pekerja dengan aturan dari Omnibus Law membuat kita tidak akan punya kebebasan, intinya kerja-kerja-kerja demi meningkatkan pemasukan perusahaan.

Selama pandemi pun aku merasakan dampaknya. Gaji dipotong? Tentu Saja. Yang menarik adalah semakin kesini potongan yang awalnya menurutku masih manusiawi ( persentase kecil ) rencanya akan ditingkatkan dengan adanya alasan tertentu.

Not to complaint. Aku tahu perusahaan memang sedang struggling dalam kondisi saat ini, yah meskipun korelasi antara potong gaji dengan alasannya sedikit tidak masuk akal wkwkwk ( tidak akan kujelaskan apa itu alasannya hehe ). Aku sedikitnya bisa mengerti dengan kondisi perusahaan. Bahkan sejujurnya aku sedikit mampu memberikan apresiasi terhadap perusahaan karena sampai detik aku menulis ini, tidak terdengar berita tentang efisiensi ( PHK ) dalam jumlah besar. Memang ada sedikit efisiensi, tapi sejauh ini jumlahnya masih dapat terhitung jari, sepertinya tidak sampai sepuluh ( atau aku yang tidak menerima beritanya? entahlah wkwkwk ).

Aku pribadi dalam posisi dimana sebagian dari diriku merasa tidak terima dengan pemotongan gaji, tapi disisi lain pun merasa bersyukur karena masih bertahan di perusahaan ini. Itulah sebabnya aku tidak pernah protes setiap mendapat berita tentang pemotongan gaji. Karena nyatanya sebagian dari diriku pun tidak mampu melakukannya sebab merasa bersyukur dengan keadaan perusahaan yang masih berusaha mempertahankan karyawannya.

Tulisan ini benar-benar random, dadakan. Karena hari ini aku mendapat berita tentang potongan gaji tersebut ditambah dengan salah satu teman ( tidak dekat, hanya sekedar kenal ) yang aku anggap senior dan memiliki segudang portofolio keren pun terdampak efisiensi. Aku jadi terpikir, “dia yang keren seperti itu saja terdampak, bagaimana denganku?”. Pertanyaan tersebut sedikitnya mampu membuatku khawatir, tapi juga lebih banyak membuatku sadar untuk bersyukur dan tidak mengeluh dengan kebijakan perusahaan tentang potongan gaji.

Ditengah pandemi seperti ini semua orang pasti sedang berusaha keras untuk bertahan. Masyarakat kecil bertahan untuk hidup, masyakat elit bertahan untuk menjaga stabilitas usaha atau perusahaannya. Tidak ada yang bisa disalahkan, karena sejatinya kita semua sama-sama bertahan hidup. Hanya saja caranya yang berbeda.

Buat teman-teman yang terdampak PHK, tetap semangat. Rezeki bisa datang dengan banyak cara. Mungkin ini saat yang tepat untuk mulai mengembangkan usaha sederhana dengan modal kecil atau tanpa modal. Dari beberapa berita yang kubaca, ada beberapa orang yang berhasil bertahan setelah terkena PHK dengan membuka usaha kecil-kecilan. Atau bisa juga dengan memanfaatkan situs freelance, bekerja secara lepas, hanya terikat kontrak berdasarkan project. Bukankah ini sebuah tanda bahwa PHK tidak memutus harapan untuk datangnya rezeki? Karena nyatanya masih banyak rezeki melalui jalan lain, hanya tergantung dari kita mau mencarinya atau tidak.

Buat teman-teman yang gajinya dipotong, tetap semangat dan bersyukur. Meskipun gaji dipotong, setidaknya masih ada pekerjaan yang dimiliki dan gaji bulanan. Jika jumlah gaji setelah dipotong terlampau kecil, bisa ditambah dengan membuat usaha kecil atau freelance, seperti solusi diatas.

Intinya, rezeki itu tidak hanya dari satu pintu. Semua tergantung dari kita mau mencarinya atau tidak. Tetap semangat semuanyaa, pantang menyerah karena akan selalu ada cahaya ditengah kegelapan 🙂

Aku pribadi ada sedikit cerita lucu, tentang struggling ku ditengah pandemi ini.

Desember 2019 aku mulai kembali mengerjakan proyek freelance. Tahu apa alasanku?
“karena ingin beli album BTS tapi tidak mau menggunakan uang gaji bulanan” wkwkwkwk. Receh sekali bukan? I know! hahahaha. Tapi siapa sangka alasan receh itu rupanya mampu membuatku bertahan sampai detik ini.

Berawal dari alasan receh itu aku akhirnya mengerjakan proyek-proyek freelance yang keterusan sampai detik ini. Akhirnya uang dari proyek-proyek tersebut yang awalnya demi kesenangan pribadi kini berubah menjadi tambahan pemasukan untuk menutupi potongan gaji yang kualami. Alhamdulillah. Terimakasih BTS! ( loh, ga gitu! hahaha ).

Eits, meskipun sambil mengerjakan proyek freelance, jangan pernah mengabaikan pekerjaan kantor ya ( jika kondisinya masih bekerja ). Karena meskipun gaji dipotong, kita masih memiliki tanggung jawab dengan pekerjaan tersebut, tetap jadikan itu sebagai prioritas utama! Jangan kecewakan perusahaan yang sudah mempertahankanmu 🙂

Tetap semangat semuanyaa! Mari berdoa semoga pandemi ini segera berakhir dan kita dapat kembali ke kehidupan normal sebelum pandemi.

 

Baca Juga:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top