Drama Korea berjudul The Trauma Code: Heroes on Call
Tanggal Rilis : 24 Januari 2025
Total Episode : 8
Pemeran Utama :
– Ju Ji-Hoon sebagai Baek Kang-Hyuk
– Choo Young-Woo sebagai Yang Jae-Won
– Ha-Young sebagai Cheon Jang-Mi
– Yoon Kyung-Ho sebagai Han Yu-Rim
– Jeong Jae-Kwang sebagai Park Gyeong-Won
Baek Kang-Hyuk baru saja tiba di Rumah Sakit Universitas Hankuk, duduk di ruang tunggu sambil menikmati sebuah burger. Ia menikmati makanannya sambil mengawasi suasana rumah sakit yang awalnya tenang, kemudian menjadi sedikit ramai ketika datang pasien gawat darurat. Seorang dokter berlari dengan kencang menjemput pasien tersebut dari ambulance, kemudian membawanya ke ruang rawat darurat bersama dengan beberapa perawat.
Tertarik dengan pemandangan yang ada dihadapannya, Baek Kang-Hyuk pun mengikuti dokter dan pasien tersebut. Di lain sisi, dokter yang bernama Yang Jae-Won sedang melakukan pemeriksaan terhadap pasien darurat. Ketika diketahui pasien mengalami tamponade jantung, ia meminta perawat memanggil dokter bedah toraks untuk melakukan tindakan. Namun sayangnya semua dokter bedah toraks sedang berada ditengah proses operasi penting, sehingga tidak ada yang bisa membantu dokter Yang Jae-Won. Ia pun dengan berbagai keraguan mencoba untuk melakukan tindakan, hingga tepat sebelum jarum ditancapkan, dokter Baek Kang-Hyuk tiba.
Tanpa basa-basi dokter Baek Kang-Hyuk langsung melakukan tindakan pada pasien tersebut sebelum terlambat, tanpa perkenalan atau sejenisnya. Ia melakukannya dengan cepat dan tepat, membuat semua orang yang ada disana terdiam. Hingga setelah selesai tindakan, ia mempertanyakan kenapa dokter Yang Jae-Won yang tidak bisa melakukan tindakan. Rupanya dokter Yang Jae-Won bukanlah spesialis bedah trauma, itulah sebabnya ia tidak bisa dengan segera melakukan tindakan pertolongan pertama pada pasien darurat. Dokter-dokter yang ditugaskan berjaga di IGD seharusnya dokter bedah trauma, tetapi ternyata di rumah sakit tersebut dilakukan secara bergantian oleh dokter bedah umum, bedah toraks, dsb.
Meredam keterkejutannya, dokter Baek Kang-Hyuk segera melanjutkan tindakan pada pasien tersebut disertai perkenalan singkat. Kemudian menjelaskan secara singkat namun detail mengenai kondisi pasien. Ia pun meminta semuanya bersiap untuk segera melakukan operasi. Namun sayang, dokter anastesi rupanya menguji kesabaran dokter Baek Kang-Hyuk yang lebih tipis daripada tisu. Dengan emosi ia memaksa dokter anastesi agar segera ke ruang operasi.
Di tengah operasi, rupanya dokter anastesi kembali berulah. Membuat dokter Baek Kang-Hyuk mengusirnya dan minta digantikan dengan dokter anastesi lain. Dokter Park Gyeong-Won menggantikan dokter anastesi sebelumnya, dan bertindak lebih baik daripada dokter sebelumnya. Akhirnya dokter Baek Kang-Hyuk dapat melakukan operasi dengan nyaman dan cepat. Ia selesai lebih cepat daripada yang biasa dilakukan oleh dokter lain.
Namun, karena terlalu fokus dengan pasien, ia melupakan jadwal upacara pengangkatannya di waktu yang bersamaan. Padahal upacara tersebut dihadiri oleh Direktur rumah sakit, Menteri Kesehatan & Kesejahteraan, serta semua profesor di rumah sakit tersebut. Tapi dokter Baek Kang-Hyuk tidak peduli, ia berjalan dengan santai dan percaya diri saat memasuki aula pertemuan. Ia bahkan tidak meminta maaf atas keterlambatannya, tetapi ia menjalaskan alasan keterlambatannya yang disebabkan harus menangani pasien darurat. Tak cukup sampai disitu, ia dengan lantang mengatakan berbagai hal yang menurut semua orang disitu tidak masuk akal, kecuali bagi Ibu Menteri. Karena sejatinya Ibu Menteri berada di pihak dokter Baek Kang-Hyuk, bukan di pihak rumah sakit.
Drama yang satu ini benar-benar menunjukkan bagaimana dokter sesungguhnya harus bersikap. Meskipun kasar, nekat dan tanpa kompromi, tetapi semua yang dilakukan oleh dokter Baek Kang-Hyuk adalah demi satu tujuan, menyelamatkan nyawa pasien separah apapun kondisinya. Meskipun pada beberapa kondisi ia tidak bisa berbuat apa-apa (jika kondisinya benar-benar parah dan tidak ada harapan hidup), ia selalu berusaha semaksimal mungkin pada pasien yang memiliki harapan hidup, sekecil apapun itu.
Kita akan dibuat kagum dengan cara dokter Baek Kang-Hyuk mendiagnosa pasien, bahkan tanpa alat pendukung sekalipun. Ia bisa memperkirakan kondisi pasien berdasarkan informasi tim penyelamat, serta dengan melihat kondisi pasien. Solusi yang ia gunakan pun terkadang diluar dugaan, tapi tetap menjunjung prosedur keselamatan.
Meskipun dalam menjalankan pusat trauma ia berkali-kali dijegal oleh manajemen rumah sakit, tetapi dokter Baek Kang-Hyuk benar-benar tak gentar sedikitpun. Karakternya yang kuat seolah tidak takut dengan apapun benar-benar luar biasa.
Ohiya drama ini adalah adaptasi dari komik Line Webtoon – Trauma Center loh! Pemeran dan eksekusi ceritanya benar-benar keren dan berhasil memenuhi ekspektasi! Memang ada beberapa bagian yang sedikit berbeda, tapi poin-poin utama dari versi komiknya tetap berhasil ditampilkan di versi dramanya. Yang jelas terlihat dari sisi ending, dimana sudah jelas versi komik lebih lengkap. Sepertinya sih karena memang versi drama akan ada Season 2 nya, semoga, amin!
Penasaran kan sekeren apa Ju Ji-Hoon memerankan karakter Baek Kang-Hyuk ? Tonton dramanya di Netflix yaa 🙂
Rekomendasi Hiburan Lainnya:
- The Manipulated (2025), Menyusun Kejahatan tanpa Celah
- Pinocchio (2014), Konflik Keluarga dan Jurnalisme
