Judul: Honestly Hurt
Penulis: Elsa Puspita
Tanggal Terbit: 2 Januari 2018
Penerbit: Bentang Pustaka
Sinopsis:
Velya kesal! Dua sahabatnya, Gusti dan Chiko, sibuk dengan gebetannya masing-masing. Ia merasa terlupakan, terbuang, nggak lagi jadi pusat perhatian. Velya nggak suka kedua bodyguard-nya itu direbut paksa secara bersamaan. Ia jadi sering merecoki kehidupan Gusti-Chiko dengan cewek-ceweknya.
Gusti dan Chiko tentu saja nggak kalah kesal. Siapa yang nggak bete jika tiap aksi PDKT-nya kepada cewek selalu dihancurkan? Jadi, Gusti dan Chiko sepakat ingin mencarikan Velya pacar, agar cewek itu mengerti indahnya letup-letup asmara.
Akan tetapi, apakah semudah itu skenario bisa berjalan dengan lancar? Mereka nggak tahu, bahwa hati sulit diprediksi. Jika rasa cinta salah sasaran, persahabatan mereka sepertinya akan terancam.

Bukan sepenuhnya salah Velya jika dia menjadi manja dengan kedua sahabatnya itu, karena sejak kecil Gusti dan Chiko memang sering memanjakan Velya. Hingga saat mereka mulai beranjak dewasa, Velya yang benar-benar polos dan tidak mengerti tentang percintaan tentu saja merasa tersingkirkan ketika kedua sahabatnya itu mulai jarang ada untuk Velya. Sering sekali Velya mengganggu Gusti dan Chiko ketika keduanya sedang bersama pacar atau PDKT-an mereka.
Disaat Chiko sedang fokus mendengarkan cerita dari adik kelas yang sedang diincarnya, ponsel Chiko berdering terus-menerus. Membuatnya terganggu tentu saja, apalagi dia sudah tahu pesan dari siapa yang masuk terus-menerus itu. Karena tak kunjung berhenti, Chiko pun membalas semua pesan-pesan tersebut, yap Velya lah pengirimnya. Ia minta dijemput oleh Chiko karena Gusti sedang bersama pacarnya. Tapi sayangnya Chiko pun tidak bisa pergi menjemput Velya dan meninggalkan gebetannya begitu saja.
Tentu saja Velya marah setelah itu, karena kedua sahabatnya tidak ada yang bisa menjemputnya.
Saat menjelang sore, ketika Gusti melewati rumah Velya dan mendapatinya sedang menyirami tanaman, ia langsung memanggil Velya. Tentu saja Velya hanya menoleh sekilas kemudian membuang muka, karena dia sedang marah. Gusti yang sudah sangat mengerti dengan sifat Velya, hanya terkekeh kemudian melepas helm dan turun dari motornya. Pada dasarnya sifat Gusti pun yang paling sabar diantara ketiganya, sehingga dia bisa dengan lembut ngobrol dan membujuk Velya agar tak lagi marah padanya dan Chiko. Meskipun hasilnya tetap nihil.
Akibat dari Velya dan Chiko yang masih bertengkar, akhirnya Gusti yang harus berangkat dengan Velya keesokan harinya. Dan berkahir pada Gusti yang kena marah oleh pacarnya, atau bahkan putus?! Karena sebenarnya pagi itu pacar Gusti meminta untuk dijemput agar bisa berangkat bareng.
Seringnya Velya menjadi pengganggu ditengah hubungan Chiko dan Gusti membuat keduanya harus mencari cara agar Velya tak lagi mengganggu keduanya saat sedang berpacaran. Bukan karena tidak peduli dengan Velya, tetapi karena mereka ingin merasakan masa-masa indah berpacaran saat SMA, dan mereka mau Velya merasakan hal yang sama. Akhirnya muncul sebuah ide dari otak cerdas Chiko, yaitu mencarikan pacar untuk Velya, dengan berbagai kriteria yang sesuai sifat dan karakter Velya.
Evan! Ya, nama itu yang keluar dari mulut Chiko setelah mempertimbangkan berbagai kriteria yang sesuai dengan sifat dan karakter Velya. Evan adalah teman sekelas Chiko dan Gusti. Meskipun kutu buku dan tidak punya banyak teman, Evan pintar, rajin, tidak banyak tingkah, cenderung pendiam, dan memiliki wajah yang menurut Chiko oke. Sifatnya cenderung pendiam itulah diyakini Chiko akan mampu menyeimbangi Velya yang bawel seperti petasan. Setelah menceritakan calon pilihannya itu kepada Gusti, mereka berdua pun menyusun rencana untuk kencan pertama Velya dan Evan.
Apakah ide Chiko akan berhasil? Apakah kencan pertama Velya dan Evan akan berjalan mulus?
Kelebihan:
- Ceritanya ringan dan cocok banget untuk dibaca oleh remaja menuju dewasa, apalagi yang baru mengenal cinta
- Membuat kita mengerti perbedaan cinta dan suka
- Realistis dan bisa relate banget dengan kehidupan nyata
Kekurangan:
- Sepertinya kurang cocok dibaca orang dewasa yang sudah mengerti perbedaan cinta dan suka
- Karakter Velya pada beberapa bab pertama kemungkinan menjadi poin yang tidak disukai oleh sebagian pembaca
Selamat membaca!
Baca Juga:
