Buku

Bintang oleh Tere Liye

Judul: Bintang

Penulis: Tere Liye

Tanggal Terbit: 12 Juni 2017

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

 

Sinopsis:

Kami bertiga teman baik. Remaja, murid kelas sebelas. Penampilan kami sama seperti murid SMA lainnya. Tapi kami menyimpan rahasia besar.

Namaku Raib, aku bisa menghilang. Seli, teman semejaku, bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya. Dan Ali, si biang kerok sekaligus si genius, bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke dunia paralel yang tidak diketahui banyak orang, yang disebut Klan Bumi, Klan Bulan, Klan Matahari, dan Klan Bintang. Kami bertemu tokoh-tokoh hebat. Penduduk klan lain.

Ini petualangan keempat kami. Setelah tiga kali berhasil menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran besar, kami harus menyaksikan bahwa kamilah yang melepaskan “musuh besar”-nya.
Ini ternyata bukan akhir petualangan, ini justru awal dari semuanya.

Buku keempat dari serial “BUMI”


Segera setelah mengetahui rencana jahat Sekretaris Dewan Kota Zaramaraz yang akan melepaskan pasak bumi demi menghancurkan klan permukaan, Raib, Seli, dan Ali bergegas menceritakan semuanya kepada Ilo, Av, Miss Selena, Panglima Tog, beserta elite Pasukan Bayangan. Dilanjutkan dengan Av yang memberitahukan kepada sekutu mereka, klan Matahari. Sedangkan Raib, Seli, dan Ali kembali ke klan Bumi sambil menunggu kabar selanjutnya dari Miss Selena.

Bintang oleh Tere Liye
Bintang oleh Tere Liye

Dua minggu setelah kembali dari klan Bintang, Miss Selena meminta Raib, Seli, dan Ali untuk ikut dalam pertemuan di rumah Seli yang membahas tentang rencana mencegah lepasnya pasak bumi. Pada pertemuan tersebut diputuskan bahwa akan dikirimkan rombongan kecil untuk menyegel pasak bumi yang akan diruntuhkan. Rombongan kecil tersebut terdiri dari Raib, Seli, Ali, serta sepuluh pasukan Bayangan dan pasukan Matahari, yang akan dipimpin oleh Miss Selena. Tenggat waktu perjalanan mereka hanya 7 hari, jika selama itu rencana menyegel pasak bumi belum berhasil, rombongan harus kembali.

Sambil menunggu keberangkatan mereka, Ali rupanya melakukan beberapa hal yang tak diketahui Raib dan Seli.

Ali menjelaskan semuanya saat mereka bertiga berada di basement rumah Ali, sebuah rahasia kecil bahwa Ali membawa tabung kecil yang dia ambil saat berada di kantor Sekretaris Dewan Kota Zaramaraz. Sebuah tabung kecil yang berperan seperti ensiklopedia dengan berbagai informasi lengkap mengenai klan Bintang.

Ali memanfaatkan tabung kecil tersebut untuk mendapatkan informasi mengenai pasak bumi yang ada di klan Bintang. Dari ribuan aliran magma yang berhasil mereka temukan, Ali mampu memperpendek kemungkinannya menjadi 6 titik. Meskipun telah menjadi 6 titik, jumlah tersebut tetap terbilang banyak, melihat jaraknya yang cukup jauh dengan tenggat waktu yang singkat. Namun, jumlah tersebut masih lebih baik dibandingkan ribuan titik yang ada.

Perjalanan mereka dimulai dari rumah Seli, kemudian menggunakan Buku Kehidupan milik Raib menuju Ruangan Padang Rumput, klan Bintang. Namun rupanya telah banyak hal yang berubah sejak satu bulan lalu, atau lebih tepatnya sejak Sekretaris Dewan Kota Zaramaraz menghilang. Saat rombongan turun sejenak untuk mampir ke pondok milik Meer, belum genap mereka kembali ke kapsul masing-masing, sebuah portal besar telah terbuka dan menutupi cahaya matahari.

Meer yang tidak ada di pondoknya, kemudian banyaknya benda-benda kecil yang berpatroli semakin memastikan bahwa pengamanan di klan Bintang telah ditingkatkan. Kapsul-kapsul mereka tak bisa lengah sedikitpun, jika tidak mereka akan berakhir dengan bertemu robot Z atau bahkan alat canggih lainnya.

Perjalanan Raib, Seli, Ali, Miss Selena, beserta sepuluh anggota pasukan Bayangan dan Matahari melewati lorong-lorong kuno di klan Bintang dalam mencari pasak bumi baru saja dimulai. Ada begitu banyak rintangan yang harus mereka hadapi, bahkan tak menutup kemungkinan bahwa jumlah anggota mereka akan berkurang. Banyak hal yang terjadi diluar perkiraan, bahkan terkadang apa yang direncanakan pun tak mampu sepenuhnya berjalan dengan baik. Dan terkadang pun hal-hal kecil yang sebenarnya mampu menjadi petunjuk menakjubkan mampu terlupakan.


Kelebihan:
  • Ada satu hal yang benar-benar mampu membuat kita terjebak dalam cerita, yaitu tentang bagaimana rombongan Raib menemukan pasak bumi yang akan diruntuhkan. Aku sama sekali ngga terpikirkan bahwa jalan ceritanya tidak sesuai dengan yang aku bayangkan diawal.
  • Adanya plot twist yang menakjubkan saat mereka mencari pasak bumi berhasil membuatku geram sendiri, seperti berpikir “kenapa ngga dari awal kepikiran begitu ya?”. Hal tersebut mengartikan bahwa penulis berhasil membawa kita tenggelam dalam cerita, membuat kita berpikir A padahal seharusnya kita berpikir B.
  • Ending nya pun berhasil bikin geram. Meskipun good ending tapi rasanya pernyataan “sedih dan senang itu datangnya satu paket” memang akan selalu ada dalam beberapa kisah baik itu nyata atau fiksi sekalipun.
Kekurangan:
  • Entah ini aku yang memang kurang paham atau bagaimana, aku merasa saat mereka menggabungkan kekuatan demi mengurangi dampak pasak bumi yang dilepaskan itu masih kurang logis. Secara penjelasan itu seperti masih kurang detail.

Buku ini adalah buku keempat dari serial “BUMI”. Buku selanjutnya adalah “KOMET”.

Selamat membaca! 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top